Panduan dalam Pemilihan Pompa dan Peralatan dalam Proses Pengolahan Air Limbah

Panduan dalam Pemilihan Pompa dan Peralatan dalam Proses Pengolahan Air Limbah

Perkembangan industri yang begitu pesat di masa modern sekarang ini membuat proses dan manajemen pengolahan air limbah (wastewater treatment) menjadi jauh lebih penting dibandingkan dengan masa sebelumnya.

Pengolahan air limbah memainkan peranan yang sangat penting di berbagai area seperti industri, dimana volume air limbah yang dibuang setiap harinya mencapai jumlah yang cukup besar. Bila tidak tertangani dengan baik, air limbah tersebut akan merusak lingkungan dan menggangu kesehatan masyarakat sekitar.

Proses pengolahan air limbah wastewater treatment itu sendiri mengacu pada usaha untuk mengubah air limbah menjadi air yang aman untuk dikembalikan ke dalam siklus air di alam bebas atau untuk dipergunakan kembali.

Dalam beberapa industri, sistem pengolahan air limbah adalah sebuah hal yang wajib dimiliki oleh setiap industri sesuai dengan peraturan pemerintah.

Tahapan Pengolahan Air Limbah

Secara umum, tahapan pengolahan air limbah akan melalui 3 tahapan untuk memastikan agar air yang ada benar-benar bersih dan dapat disalurkan ke alam bebas.

3 tahapan pengolahan air limbah tersebut adalah:

1. Tahapan Primer

Tahapan primer menggunakan saringan untuk memisahkan objek-objek berukuran besar, grit chambers untuk memisahkan partikel yang lebih kecil, serta tanki sedimentasi untuk memisahkan antara cairan dengan benda padat.

Selain itu, tahapan primer juga melibatkan kegiatan lain seperti aerating dengan menggunakan surface aerator untuk memasukkan oksigen ke dalam air limbah dan juga proses pemompaan.

2. Tahapan Sekunder

Tahapan ini menggunakan metode biologis seperti activated sludge, lagoons, dan trickling filters. Activated slugs adalah sejenis mikro organisme seperti bakteri yang akan memecah material organik. Lagoon adalah kolam pengolahan limbah yang bergantung pada bantuan mikro organisme, ganggang, oksigen, dan sinar matahari. Perlengkapan lain seperti surface aerator juga sering ditambahkan di dalam lagoon. Sementara trickling filter adalah hamparan material kasar untuk penyaringan.

3. Tahapan Tersier

Tahapan ini sering juga disebut tahapan desinfeksi yang bertujuan untuk menghilangkan kuman pada air. Kuman akan dihilangkan dengan menggunakan bantuan klorin, ozon, ataupun sinar ultraviolet (UV). Setelah melalui tahapan ini, maka air limbah tadi sudah benar-benar bersih dan dapat dialirkan kembali ke kolam ataupun sungai.

Jenis industri yang berbeda mungkin menggunakan tahapan yang berbeda pula. Pemilihan tahapan pengolahan akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis zat pencemar yang dihadapi, kuantitas air limbah, hasil akhir yang diharapkan, serta berbagai faktor lainnya.

Terlepas dari semua itu, semua tahapan pengolahan air limbah di berbagai industri membutuhkan pompa dan peralatan yang tepat untuk memastikan proses yang ada berjalan dengan lancar.

Peran Pompa dalam Proses Pengolahan Air Limbah

Dalam proses pengolah air limbah, pompa dipergunakan untuk mengangkut air limbah dari tempat pembuangan menuju tempat pemrosesan dan tempat selanjutnya.

Jenis pompa yang dipergunakan berbeda-beda tergantung pada kebutuhan dan tujuan penggunaannya.

Jenis Pompa dalam Proses Pengolahan Air Limbah

Ada beberapa jenis pompa yang dapat dipergunakan dalam proses pengolahan air limbah yaitu:

1. Pompa Sentrifugal

Pompa sentrifugal menggunakan gaya sentrifugal untuk menggerakkan dan memindahkan cairan.Pompa ini memiliki intake kecil dan outlet berukuran besar.

Pompa sentrifugal memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya cocok dipergunakan dalm proses pengolahan air limbah yaitu:

  • Desain yang sederhana dan mudah untuk dioperasikan
  • Komponen bergerak pada pompa sentrifugal memiliki daya tahan tinggi sehingga tahan lama dan tidak mudah rusak
  • Minim perawatan

2. Pompa Perpindahan Positif

Pompa perpindahan positif (positive displacement pump) memiliki daya tahan tinggi dan kemampuan untuk memompa fluida baik dalam bentuk cairan ataupun lumpur yang mengandung banyak material keras.

3. Submersible Pump

Submersible pump atau pompa rendam umumnya dipergunakan untuk memompa dan mengeringkan air limbah dan lumpur. Pompa ini dapat dipergunakan untuk memompa cairan maupun limbah padat, tergantung dari tipe yang dipergunakan.

Untuk sistem atau area kerja yang besar dan luas, jenis submersible pump yang dipergunakan adalah solid handling pumps. Sementara untuk area kerja yang kecil, jenis submersible pump yang dipergunakan adalah grinder pumps.

Submersible pump merupakan salah satu pilihan populer dalam pengolahan air limbah karena ukurannya yang terbilang ramping, tidak berisik karena beroperasi dalam air, serta biaya installasi yang terbilang lebih rendah dibandingkan jenis pompa yang lain.

4. High Pressure Pump

High pressure pump atau pompa tekanan tinggi menggunakan prinsip axial piston, serta memiliki desain yang ramping dan ringan.

5. Water Pressure Booster Pump

Dalam proses pengolahan air limbah, pompa ini dipergunakan untuk mengontrol dan meningkatkan tekanan air.

6. Agitator Pump

Agitator pump menjadi sumber suplai energi kinetik sepanjang pipa masuk.

7. Circulation Pump

Sesuai dengan namanya, circulation pump atau pompa sirkulasi dipergunakan untuk menjaga agar air limbah terus bergerak di dalam sistem.

8. Progressive Cavity Pump

Pompa ini dipergunakan untuk mengalirkan air limbah dari area penampungan ke tempat pengeluaran.

9. Pompa Diafragma

Pompa jenis ini akan mendorong air limbah untuk bergerak ke arah tertentu saat diafragma dibuka, dan menghentikan aliran air saat diafragma ditutup.

10. Pompa Roda Gigi (Gear Pump)

Pompa ini menggunakan putaran roda gigi untuk menghisap air limbah pada salah satu sisi pompa kemudian mengeluarkannya di sisi yang lain.

11. Lobe Pump

Pompa tipe ini memiliki kemampuan kontrol yang superior dalam hal mengatur aliran air agar air mengalir secara teratur ke satu arah.

12. Metering Pump

Metering pump dalam proses pengolahan air limbah dipergunakan pada tahapan desinfeksi atau pembersihan kuman. Dalam tahapan desinfeksi, bahan kimia yang akan dipergunakan untuk membersihkan kuman akan di injeksikan melalui metering pump. Oleh karena itu, dalam pemilihan metering pump, perlu disesuaikan antara kemampuan penerimaan injeksi pada pompa tersebut dengan kebutuhan.

13. Filter Backwash Pump

Pompa jenis ini dipergunakan untuk membersihkan filter dari material-material yang terperangkap, untuk mempersiapkan filter tersebut untuk proses penyaringan selanjutnya.

Jenis-jenis Peralatan dalam Pengolahan Air Limbah

Selain pompa, proses pengolahan air limbah juga menggunakan berbagai jenis peralatan. Beberapa peratalan yang umum digunakan dalam industri ini adalah:

1. Sistem Ultrafiltrasi

Sistem ini dirancang dengan tujuan untuk menghilangkan kandungan minyak dalam air limbah hingga mencapai 98% tanpa menggunakan bantuan bahan kimia tambahan.

2. Vakum Evaporator

Vakum evaporator menggunakan prinsip evaporasi untuk memisahkan air dengan zat pencemar. Ada 3 jenis vakum evaporator yang umum dipergunakan yaitu heat pumps, hot water/cold water, dan mechanical vapor recompression.

3. Sistem Reverse Osmosi (RO)

Sistem RO merupakan peralatan untuk memisahkan air dengan zat pencemar dengan menggunakan semipermeable membrane.

4. Paper Bed Filter

Sistem ini menggunakan media filter kertas sekali pakai ataupun media filter permanen untuk menciptakan penghalang antara material padat dengan cairan yang mengalir.

5. Slid Bowl Centrifuges

Peralatan ini akan memisahkan antara material padat dengan cairan pada air limbah dan mampu bekerja untuk semua jenis partikel baik metal maupun non-metal.

6. Tramp Oil Separators

Sesuai dengan namanya, alat ini dipergunakan untuk memisahkan kandungan minyak dari fluida.

7. Vacuum Filters

Alat ini memiliki berbagai kelebihan seperti kemampuan untuk beroperasi terus-menerus, minim perawatan, mampu untuk melakukan penyaringan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, dan juga biaya produksi yang lebih rendah.

Selain 7 peralatan tersebut, tersedia juga berbagai peralatan lain seperti surface aerators (tersedia dalam 3 tipe yaitu horizontal aerators, vertical aerators, dan surface aerators), demineralizers, degasifiers, sludge dryers, centrifuges, dan aneka ragam filter.

Cara Memilih Produk Pompa yang Tepat untuk Proses Pengolahan Air Limbah

Kebutuhan pompa untuk proses pengolahan air limbah untuk setiap industri bisa berbeda satu dengan yang lainnya.

Sangatlah penting untuk mengetahui kebutuhan yang ada di masing-masing industri agar dapat memilih pompa yang benar-benar tepat. Beberapa karakteristik pompa berikut ini sangat dibutuhkan untuk proses yang berbeda yaitu:

  • Self-priming
  • Sealless pumping
  • Kemampuan untuk memompa benda padat
  • Kemampuan untuk mengalirkan cairan secara terus menerus
  • Kemampuan untuk mengatasi tingkat viskositas yang berbeda-beda

Setelah mengenali karakteristik kebutuhan pompa serta jenis pompa pengolahan air limbah yang ada di pasaran, maka sudah saatnya Anda memilih pompa yang tepat. Faktor-faktor berikut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memilih pompa:

1. Aplikasi atau Tujuan dan Proses Penggunaan

  • Karakteristik fluida

Fluida dengan karakteristik yang berbeda membutuhkan pompa yang berbeda pula. Kenali karakter fluid di area kerja, jenis industri, serta jenis air limbah yang dihadapi sebelum memilih pompa

  • Proses kerja secara terus menerus atau per_kumpulan

Sesuaikan karakter pompa dengan tuntutan kerja yang dihadapi apakah secara terus menerus atau per_kumpulan. Sistem hidrolik yang dipergunakan, apakah sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada.

Cara mengoperasikan pompa, apakah dapat dipergunakan dalam industri pengolahan air limbah yang akan dikerjakan.

Material pompa yang berkualitas, untuk memastikan operasional kerja berjalan secara lancar dan tanpa hambatan. Setiap bagian pompa hendaknya terbuat dari material yang tepat. Sebagai rekomendasi material konstruksi terbaik untuk setiap bagian pompa adalah:

  • Casing terbuat dari besi lentur
  • Impeller terbuat dari stainless steel atau aluminium perak
  • Shaft  terbuat dari stainless steel
  • Seal terbuat dari bahan mekanik.

Pemilihan Pompa untuk Pengolahan Air Limbah

Pemilihan pompa dan berbagai peralatan untuk proses pengolahan air limbah sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Jenis pompa pengolahan air limbah yang digunakan untuk satu jenis industri mungkin berbeda dengan industri lainnya. Selain itu, pompa dan peralatan untuk menangani air limbah industri juga akan sangat berbeda dengan yang dipergunakan untuk air limbah yang berasal dari kawasan tempat tinggal.

Mectron Engineering Indonesia menyediakan berbagai jenis pompa dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pengolahan air limbah. Tim dari Mectron Engineering Indonesia akan membantu Anda dalam memilih jenis pompa yang tepat berdasarkan jenis industri dan air limbah yang dihasilkan, volume air limbah yang harus diproses, zat pencemar, dan juga tingkat kemurnian air yang dibutuhkan sebagai hasil akhir.

Mectron juga dapat membantu Anda dalam proses instalasi, perawatan dan perbaikan pompa untuk memastikan proses pengolahan air limbah berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.